Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batola Ambil Bagian dalam Penyempurnaan Indeks Kerawanan Pemilu Nasional

dokumentasi kegiatan

Marabahan – Upaya menghadirkan pemilu yang lebih aman dan berintegritas dimulai jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung. Salah satunya melalui penyempurnaan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), instrumen yang digunakan Bawaslu untuk memetakan potensi kerawanan dan merancang strategi pencegahan pelanggaran di seluruh Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan Bawaslu Kabupaten Barito Kuala dengan mengikuti Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung Evaluasi IKP 2024 yang diselenggarakan Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI secara daring pada 4–6 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas identifikasi dan pemetaan potensi kerawanan serta pelanggaran pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala mengikuti kegiatan tersebut secara terpisah, sementara anggota Bawaslu, Koordinator Sekretariat, dan jajaran sekretariat mengikuti kegiatan melalui satu akun Zoom Meeting sesuai ketentuan panitia untuk optimalisasi pelaksanaan kegiatan daring. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai evaluasi efektivitas pencegahan berbasis IKP, validasi data kerawanan berdasarkan kejadian faktual, serta sosialisasi model evaluasi IKP yang akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pencegahan ke depan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala menilai bahwa evaluasi IKP memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu, terutama melalui pendekatan pencegahan yang berbasis data.

"Kerawanan pemilu tidak bisa dipetakan berdasarkan asumsi. Dibutuhkan data yang akurat dan evaluasi yang komprehensif agar langkah pencegahan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Karena itu, Bawaslu Barito Kuala berkomitmen memberikan data dan masukan yang objektif dalam penyusunan IKP," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi IKP nantinya tidak hanya menjadi dokumen internal, tetapi juga menjadi dasar bagi Bawaslu dalam merumuskan strategi pengawasan yang lebih efektif sesuai karakteristik kerawanan di setiap daerah.

"Semakin baik kualitas pemetaan kerawanan, semakin besar peluang kita mencegah pelanggaran sebelum terjadi. Itulah esensi pengawasan yang ingin terus kami bangun, yaitu mengedepankan pencegahan untuk menjaga kualitas demokrasi," katanya.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala berharap penyempurnaan Indeks Kerawanan Pemilu mampu menghasilkan pemetaan yang lebih akurat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengawasan yang adaptif. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan pemilu yang lebih jujur, adil, aman, dan berintegritas.

Penulis : Muhammad Akbari