Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batola Benahi Kinerja, Pengawasan Pemilu Ditargetkan Lebih Profesional dan Berdampak bagi Masyarakat

dokumentasi kegiatan

Marabahan – Kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan demokrasi tidak lahir begitu saja. Kepercayaan itu dibangun melalui kerja yang terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesadaran itulah yang mendorong Bawaslu Kabupaten Barito Kuala menggelar rapat penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026, yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala bersama seluruh anggota dan jajaran sekretariat.

Rapat tersebut bukan sekadar membahas target kerja tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap program, kebijakan, dan tugas pengawasan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Muhammad Syaifi, yang memotori jalannya pembahasan menegaskan bahwa penguatan sistem kinerja menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pengawasan pemilu.

"Indikator Kinerja Utama bukan sekadar dokumen administrasi. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan setiap program dan kebijakan Bawaslu memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat. Kinerja yang terukur akan membuat pelayanan pengawasan semakin profesional, transparan, dan akuntabel," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, seluruh peserta membahas penyusunan indikator pada masing-masing divisi agar selaras dengan tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu Kabupaten Barito Kuala. Setiap indikator dirancang tidak hanya berorientasi pada jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga pada dampak yang dihasilkan terhadap kualitas pengawasan dan pelayanan publik.

Penyusunan IKU mengacu pada Petunjuk Teknis Indikator Kinerja Utama Bawaslu Tahun 2026 yang menekankan pendekatan berbasis outcome atau hasil. Melalui pendekatan tersebut, keberhasilan organisasi diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya efektivitas pengawasan, kualitas pelayanan, serta kepercayaan publik terhadap Bawaslu.


Menurut Syaifi, masyarakat pada akhirnya tidak akan menilai lembaga dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kualitas pelayanan dan hasil pengawasan yang diberikan.

"Masyarakat tidak melihat berapa banyak rapat yang kami lakukan. Masyarakat ingin melihat hasilnya. Apakah pengawasan semakin baik, pelayanan semakin cepat, dan potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini. Itulah yang ingin kami capai melalui penyusunan IKU ini," katanya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, sehingga setiap program yang direncanakan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kelembagaan Bawaslu.

"Kepercayaan publik dibangun dari konsistensi kinerja. Karena itu, setiap target yang kita susun harus realistis, terukur, dan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan bahwa Bawaslu terus berbenah demi menghadirkan pengawasan pemilu yang semakin berkualitas," tegasnya.

Melalui penyusunan Indikator Kinerja Utama Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan demokrasi. Penguatan kinerja internal diharapkan bermuara pada meningkatnya kualitas pengawasan, pelayanan yang lebih responsif, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas pemilu.

Dengan sistem kinerja yang semakin terukur, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala optimistis setiap langkah pengawasan tidak hanya memenuhi target organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menjaga integritas demokrasi dan mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis : Muhammad Akbari

Tag
Berita