Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batola Dorong Reformasi Pemilu 2029, Independensi Penyelenggara Jadi Harga Mati

Dokumentasi kegiatan

BANJARMASIN – Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Muhammad Syaifi, menghadiri undangan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Rabu (8/7/2026).

Diskusi terarah yang berlangsung hangat ini mengangkat tema krusial, yaitu "Independensi Penyelenggara dan Reformasi Sistem Pemilu Menuju 2029 yang Akuntabel".

Acara tersebut menghadirkan Ketua Asosiasi Ilmu Politik (AIPI), Dr. Alfitra Salam, APU juga berbagai elemen akademisi, pengamat politik, serta pemangku kepentingan pemilu untuk merumuskan formulasi terbaik demi menciptakan iklim demokrasi yang lebih sehat pada kontestasi politik tahun 2029 mendatang. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Batola, Muhammad Syaifi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FISIP ULM atas inisiatif menggelar diskusi strategis ini. Menurutnya, pembahasan mengenai reformasi sistem pemilu dan independensi penyelenggara harus digaungkan jauh-jauh hari agar persiapan menuju Pemilu 2029 dapat berjalan lebih matang dan akuntabel. 

"Independensi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. Melalui forum-forum akademik seperti yang diinisiasi oleh FISIP ULM ini, kita dapat memetakan evaluasi dari pemilu sebelumnya sekaligus menyusun strategi pengawasan yang lebih adaptif dan akuntabel," ujar Syaifi. 

Melalui kehadiran dan kontribusi aktif dalam FGD ini, Bawaslu Batola menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan dunia pendidikan demi mengawal demokrasi yang bersih, berintegritas, dan tepercaya di Kalimantan Selatan.

Penulis : Muhammad Fajari