Bawaslu Batola Perkuat Kualitas Kehumasan Usai Catat Capaian Positif Triwulan II 2026
|
MARABAHAN – Bawaslu Kabupaten Barito Kuala terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat komunikasi publik melalui optimalisasi kehumasan. Hal tersebut tercermin dari capaian publikasi yang berhasil dibukukan sepanjang Triwulan II Tahun 2026 sekaligus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas informasi kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil Evaluasi Kehumasan Semester I Tahun 2026 yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan secara daring, Rabu (29/7), Bawaslu Kabupaten Barito Kuala mencatat 75 pemberitaan pada website resmi. Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara Bawaslu kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Tidak hanya pada pemberitaan website, Bawaslu Barito Kuala juga menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan media sosial. Selama April hingga Juni 2026, sebanyak 159 konten Instagram berhasil dipublikasikan, terdiri dari 109 konten grafis dan 50 konten video. Rinciannya, pada April dipublikasikan 51 konten, Mei 58 konten, dan Juni 50 konten.
Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Fakhruraji, mengikuti rapat evaluasi tersebut bersama jajaran kehumasan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam membangun keterbukaan informasi kepada masyarakat.
"Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kehumasan bukan hanya tentang banyaknya publikasi, tetapi bagaimana setiap informasi mampu memberikan edukasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap Bawaslu," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Thessa Aji Budiono, mengapresiasi meningkatnya produktivitas publikasi Bawaslu kabupaten/kota. Menurutnya, sejumlah daerah mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan konten dalam kurun waktu tiga bulan.
Namun demikian, Thessa menegaskan bahwa ke depan orientasi kehumasan harus bergeser dari sekadar mengejar kuantitas menuju peningkatan kualitas konten.
"Selain meningkatkan kuantitas, Bawaslu juga harus meningkatkan kualitas kontennya. Informasi yang dipublikasikan harus lebih bernilai, lebih edukatif, dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tugas-tugas pengawasan pemilu," tegasnya.
Ia menjelaskan, tantangan kehumasan justru semakin besar pada masa non-tahapan pemilu. Di tengah anggapan bahwa penyelenggara pemilu tidak memiliki aktivitas, Bawaslu tetap menjalankan berbagai program strategis, mulai dari pengawasan partisipatif, pendidikan politik, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pencegahan pelanggaran, hingga penguatan kelembagaan sebagai persiapan menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas publikasi melalui penyajian konten yang informatif, edukatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Bawaslu tidak hanya terlihat melalui banyaknya publikasi, tetapi juga dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan literasi demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
"Produktivitas adalah awal, tetapi kualitas adalah tujuan. Bawaslu Barito Kuala akan terus menghadirkan informasi yang mampu membangun kepercayaan publik sekaligus mendekatkan masyarakat dengan tugas dan fungsi pengawasan pemilu," tutup Fakhruraji.
Penulis : Muhammad Akbari