Bawaslu Membelajarkan: Rizkia Dorong Perempuan Aktif dalam Politik dan Pengawasan Demokrasi
|
BARITO KUALA — Perempuan memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi, bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai bagian dari proses politik, pengambilan keputusan, hingga pengawasan penyelenggaraan pemilu.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam program Bawaslu Membelajarkan yang akan dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Barito Kuala. Rizkia Fauzah selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya memperkuat peran dan partisipasi perempuan dalam politik. Rabu (12/8/2026)
Menurut Rizkia, keterlibatan perempuan dalam politik tidak semestinya hanya diukur dari jumlah keterwakilan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan perempuan memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, serta berkontribusi dalam menentukan arah kebijakan.
“Perempuan memiliki pengalaman dan perspektif yang penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik harus terus dibuka dan diperkuat,” ujar Rizkia.
Ia menjelaskan, partisipasi perempuan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Tidak hanya dengan menjadi peserta pemilu, tetapi juga melalui peran sebagai pemilih yang aktif dan kritis, keterlibatan dalam organisasi masyarakat, hingga mengambil bagian dalam pengawasan pemilu.
Bagi Rizkia, pendidikan politik menjadi salah satu kunci untuk mendorong keterlibatan tersebut. Perempuan perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai hak politik, proses demokrasi, serta pentingnya pengawasan partisipatif.
Dengan pengetahuan yang baik, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi objek dalam proses politik, tetapi mampu tampil sebagai subjek yang ikut menentukan kualitas demokrasi.
“Ketika perempuan memiliki pengetahuan politik yang baik, mereka tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi dapat menjadi subjek yang ikut menentukan arah demokrasi,” katanya.
Dalam konteks pengawasan pemilu, Rizkia juga melihat perempuan memiliki peran strategis. Perempuan dapat menjadi bagian dari masyarakat yang ikut mendorong terciptanya pengawasan partisipatif, mulai dari menyampaikan informasi, mencegah potensi pelanggaran, hingga membangun kesadaran lingkungan sekitar mengenai pentingnya pemilu yang jujur dan berintegritas.
Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil ruang dalam kehidupan politik dan tidak memandang politik sebagai ruang yang hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.
“Demokrasi akan semakin kuat ketika setiap kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, termasuk perempuan,” tuturnya.
Melalui Bawaslu Membelajarkan, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala berupaya menghadirkan edukasi kepemiluan yang tidak hanya berbicara mengenai aturan dan teknis pengawasan, tetapi juga mendorong masyarakat memahami pentingnya keterlibatan setiap warga negara dalam menjaga kualitas demokrasi.
Penguatan partisipasi perempuan pada akhirnya bukan semata-mata mengenai pemenuhan angka keterwakilan. Lebih dari itu, perempuan diharapkan mampu hadir sebagai kekuatan penting dalam membangun demokrasi yang inklusif, berkeadilan, dan berintegritas.
Penulis : Muhammad Akbari