Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batola Dorong Pemilu Inklusif, Libatkan Kelompok Disabilitas Jadi Pengawas Partisipatif

dokumentasi kegiatan

MARABAHAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus berupaya mewujudkan pemilu yang inklusif dan ramah disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan "Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan bagi Penyandang Disabilitas" di Desa Kolam Makmur, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Senin (28/9/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Muhammad Syaifi, menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian integral dari warga negara yang memiliki kesetaraan hak politik. Hak tersebut mencakup akses informasi kepemiluan, penggunaan hak pilih secara mandiri, hingga keterlibatan aktif dalam mengawal proses demokrasi.

"Penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai pemilih pasif. Kami mendorong mereka untuk berperan aktif dalam pengawasan partisipatif, mulai dari mengenali potensi pelanggaran hingga melaporkan dugaan kecurangan kepada Bawaslu," ujar Syaifi.
 

Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Rizkia Fauzah, menambahkan bahwa pelibatan kelompok disabilitas sangat krusial agar penyelenggaraan pemilu benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, pemenuhan hak-hak kelompok rentan ini harus dikawal bersama.

"Keterlibatan teman-teman disabilitas sebagai pengawas partisipatif adalah wujud nyata keadilan pemilu. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan, baik dalam bentuk informasi maupun fasilitas, yang membatasi hak konstitusional mereka," ungkap Rizkia.


Kegiatan ini menggandeng organisasi penyandang disabilitas setempat, yakni National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Barito Kuala, serta diikuti oleh 25 peserta disabilitas. Bawaslu menilai sinergi dengan komunitas ini menjadi kunci utama untuk memetakan hambatan aksesibilitas di lapangan.

Selain memberikan edukasi mengenai hak politik, Bawaslu Batola menyoroti pentingnya jaminan aksesibilitas, baik secara fisik di tempat pemungutan suara (TPS) maupun akses informasi kepemiluan yang ramah dan mudah dipahami. Masukan serta kendala yang disampaikan peserta dalam sesi diskusi dicatat oleh Bawaslu sebagai bahan evaluasi untuk pengawasan pada tahapan pemilu mendatang.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Batola berkomitmen untuk memperkuat koordinasi berkelanjutan dengan organisasi disabilitas, memperluas penyebaran informasi yang inklusif, serta memastikan ruang partisipasi politik terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat di Barito Kuala tanpa diskriminasi.

Penulis : Muhammad Akbari

Tag
Berita