Bawaslu Batola Ikut Konsolidasi Nasional, Rizkia Dorong Pengawasan Pemilu yang Inklusif
|
Jakarta, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Barito Kuala ambil bagian dalam konsolidasi nasional perempuan pengawas pemilu yang digelar Bawaslu RI. Bawaslu Batola diwakili oleh NS. Rizkia Fauzah, Anggota Bawaslu Batola yang menjabat Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.
Kegiatan bertajuk Rapat Koordinasi Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilihan Umum dan Masyarakat Sipil itu berlangsung selama tiga hari, 21–23 Desember 2025, di Grand Mercure Jakarta Kemayoran.
Forum ini menyoroti agenda besar Bawaslu dalam membangun ekosistem pemilu yang inklusif, bebas kekerasan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Rizkia Fauzah mengatakan, konsolidasi ini penting untuk memperkuat perspektif pengawasan pemilu yang tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga perlindungan hak-hak kelompok rentan.
Menurut dia, pengawasan pemilu ke depan menuntut sensitivitas yang lebih tinggi terhadap isu perempuan, disabilitas, lansia, dan anak.
“Pengawasan pemilu tidak boleh berhenti pada penindakan pelanggaran semata. Kita harus memastikan proses pemilu berjalan adil, aman, dan tidak meninggalkan kelompok rentan. Forum ini memperkaya sudut pandang kami sebagai pengawas di daerah,” kata Rizkia.
Dalam konsolidasi tersebut, peserta membahas berbagai isu strategis, mulai dari perlindungan anak dan penguatan kepemimpinan perempuan dalam pemilu, pemenuhan hak politik penyandang disabilitas dan lansia, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pengawasan pemilu yang berperspektif inklusif dan anti kekerasan.
Rizkia menilai, tantangan pengawasan pemilu saat ini semakin kompleks, terutama dengan meningkatnya potensi pelanggaran di ruang digital. Karena itu, pengawas pemilu dituntut tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu membaca pola baru pelanggaran dan kekerasan berbasis gender.
“Transformasi digital membawa peluang sekaligus risiko. Pengawas pemilu harus siap, baik dari sisi kapasitas maupun keberpihakan pada nilai-nilai keadilan dan kesetaraan,” ujarnya.
Keikutsertaan Bawaslu Batola dalam konsolidasi nasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pengawas pemilu daerah dalam menjaga kualitas demokrasi.
Bawaslu RI menargetkan kegiatan tersebut melahirkan jejaring kolaboratif serta rekomendasi strategis untuk mewujudkan pengawasan pemilu yang inklusif, berintegritas, dan bebas kekerasan di seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Barito Kuala.
Muhammad Akbari / Humas Bawaslu Kabupaten Barito Kuala