Bawaslu Batola Menggoyang Jumat dengan Senam Pagi, Sekretariat Bergerak Pecah Keringat
|
Marabahan, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala — Jumat pagi di halaman kantor Bawaslu Barito Kuala tak lagi sunyi seperti biasanya. Musik ritmis memecah udara, dan para pegawai sekretariat bergerak serempak, mengikuti instruksi senam yang mengalun cepat. Tanpa seremoni berlebih, mereka memulai hari dengan cara yang jarang terlihat di instansi, berkeringat bersama sejak matahari belum sepenuhnya tinggi.
Kegiatan ini digagas sebagai upaya mengikis rutinitas kantor yang kerap statis. Para pegawai sekretariat yang sehari-hari berkutat dengan laporan, administrasi pengawasan, dan berkas pemilu turun ke halaman untuk melonggarkan otot. Alhasil, dalam hitungan menit, suasana kantor berubah seperti lapangan komunitas yang ramai.
Gerakan pemanasan berjalan mulus, hingga musik dipercepat. Beberapa pegawai sempat tersendat mengikuti irama, namun tawa dan sorakan kecil justru membuat suasana lebih cair.
Seorang staf menyebut kegiatan ini sebagai “cara paling manusiawi untuk memulai hari sebelum tenggelam lagi dalam rutinitas kerja.”
Meski terlihat sederhana, kegiatan ini menyiratkan pesan yang lebih besar. Bawaslu Batola sedang merapikan ritme kerja, memastikan para pegawainya tidak kelelahan sebelum memasuki agenda kerja yang menuntut stamina dan konsistensi. Senam ini menjadi jeda penting ruang untuk mengingatkan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya soal ketegasan, tetapi juga soal menjaga tubuh agar tetap fokus dalam melaksanakan kerja sebagai pengawas pemilu.
Salah seorang pegawai sekretariat mengaku senam jumat akan digelar rutin. Selain untuk menjaga kebugaran, kegiatan ini menjadi semacam ventilasi emosional, yang mengurangi kekakuan hubungan kerja dan merapatkan solidaritas internal.
Di tengah padatnya kalender kalender kerja, Bawaslu Batola memilih untuk tidak membiarkan Jumat berlalu tanpa energi baru. Dengan langkah-langkah senam yang ritmis dan napas yang terengah, mereka menunjukkan bahwa ketahanan lembaga sering kali dimulai dari ketahanan orang-orang yang bekerja di dalamnya.
Muhammad Akbari / Humas Bawaslu Kabupaten Barito Kuala