Bawaslu Batola Peringati HUT Ke-54 KORPRI: Momentum Meneguhkan Etos ASN Pengawas
|
Marabahan, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala - Halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Barito Kuala tampak lebih ramai dari biasanya. Para ASN berseragam KORPRI berdiri dalam barisan rapi, sementara pegawai non-ASN mengenakan PDH abu-abu. Tepat pukul 08.00 WITA, upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI dimulai, mengikuti pedoman yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 43 Tahun 2025 yang dikeluarkan Bawaslu RI empat hari sebelumnya. Senin pagi, 1 Desember 2025
Tak ada hiruk-pikuk politik. Tahun 2025 bukan tahun pemilu, dan ritme lembaga pengawas pemilu relatif lebih stabil dibanding tahun-tahun elektoral. Namun, bagi Bawaslu Batola, peringatan HUT KORPRI tetap menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali etos aparatur sipil negara integritas, profesionalitas, dan kemampuan pelayanan publik.
Tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju” mengisi jalannya upacara yang berlangsung singkat dan tertib. Rangkaian acaranya mengikuti format nasional: pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Panca Prasetya KORPRI, hingga pembacaan sambutan Presiden selaku Penasihat Nasional KORPRI.
Dalam sambutan itu, Presiden menekankan kembali peran ASN sebagai penopang tata kelola pemerintahan yang bersih. Bagi Bawaslu Batola, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan pemilu bukan hanya soal kerja lapangan pada masa kontestasi, tetapi juga kesiapan kelembagaan, pembenahan tata administrasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tahun-tahun non-tahapan.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan alunan Mars KORPRI. Seluruh rangkaian berjalan sesuai standar yang ditetapkan dalam Surat Edaran 43/2025, termasuk detail pakaian, struktur upacara, serta imbauan pelaksanaan secara luring di kantor masing-masing.
Selepas upacara, kegiatan berlangsung kembali seperti rutinitas hari kerja. Namun, bagi Bawaslu Batola, peringatan HUT KORPRI tahun ini menjadi ruang jeda untuk merapikan kembali fondasi organisasi. Dalam tahun non-pemilu, penguatan kapasitas dan disiplin ASN menjadi langkah strategis agar kinerja lembaga tetap terjaga, sebelum kembali memasuki siklus elektoral di periode berikutnya.
Dengan demikian, perayaan HUT KORPRI bukan hanya penanda usia organisasi, tetapi juga napas pengingat bahwa pelayanan publik harus terus dibangun, bahkan ketika tidak ada hiruk-pikuk pesta demokrasi.
Muhammad Akbari/Humas Bawaslu Kabupaten Barito Kuala