Lompat ke isi utama

Berita

Catatan Kaki dari Jejangkit: Menelusuri Jejak Pemilih Pindah Keluar

Dokumentasi kegiatan

MARABAHAN — Pergerakan penduduk di tanah Banua terus bergulir, meninggalkan teka-teki administratif di atas kertas data pemilih. Kali ini, sorotan tajam diarahkan ke pedalaman Kabupaten Barito Kuala. Melalui instrumen uji petik yang digelar pengawas pemilu di Barito Kuala pada Triwulan III Tahun 2026, lembaran-lembaran data kependudukan di Kecamatan Jejangkit dibuka kembali untuk dibedah.

Langkah pengawasan terbaru menyasar dinamika kependudukan yang bergerak dinamis. Berdasarkan hasil uji petik lapangan yang dilakukan oleh pengawas pemilu di wilayah Kabupaten Barito Kuala, ditemukan fenomena pergerakan penduduk yang cukup signifikan, khususnya data pemilih pindah keluar di Kecamatan Jejangkit.  

Dari data sampel yang dihimpun di lapangan, tercatat adanya sejumlah warga yang berpindah domisili keluar daerah—mulai dari lintas kecamatan di dalam kabupaten yang sama, lintas kabupaten dalam satu provinsi, hingga lintas provinsi. Pergerakan ini mencakup perpindahan dari desa-desa di Kecamatan Jejangkit menuju wilayah tetangga seperti Kabupaten Banjar, bahkan merambah hingga Kota Banjarbaru dan luar pulau.  

Bagi lembaga pengawas, mobilitas warga yang tinggi ini adalah sebuah keniscayaan sekaligus celah kerawanan yang harus dikawal ketat. Pemilih yang berpindah tempat tinggal berpotensi tertinggal atau bahkan tercatat ganda jika proses mutasi data kependudukannya tidak segera diselaraskan dengan daftar pemilih tetap. Di sinilah urgensi uji petik hadir—bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa kedaulatan suara rakyat benar-benar dilindungi dari potensi kebocoran data.

Pengawasan melekat ini menjadi benteng pertahanan agar hak pilih warga yang pindah tetap terakomodasi dengan baik, sekaligus memastikan daftar pemilih bersih dari elemen yang sudah tidak memenuhi syarat di tempat asal. Demokrasi yang sehat menuntut ketelitian hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT), memastikan tidak ada satu pun suara yang hilang di tengah arus perpindahan penduduk yang kian masif.

Penulis: Muhammad Akbari

Tag
Berita