Laporan Akhir Bawaslu Batola Diterima Ketua Bawaslu RI: “Komitmen Pengawasan Kami Harus Tercatat dengan Baik”
|
Jakarta, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala — Bawaslu Kabupaten Barito Kuala menuntaskan salah satu agenda penting pada periode penguatan kelembagaan pengawas pemilu. Laporan Akhir Pelaksanaan Penguatan Kelembagaan resmi diserahkan langsung oleh Ketua Bawaslu Batola, Muhammad Syaifi, kepada Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, di Kantor Bawaslu RI, Jakarta.
Penyerahan laporan tersebut dilakukan dengan pendampingan dari Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Aries Mardiono, serta Anggota Bawaslu Kalsel, Akhmad Mukhlis, sebagai bagian dari koordinasi berjenjang antara kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.
“Hari ini kami menyerahkan langsung laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan penguatan kelembagaan di Barito Kuala. Ini bukan sekadar laporan administratif, tetapi catatan penting bagi konsistensi pengawasan pemilu ke depan,” kata Muhammad Syaifi usai penyerahan.
Laporan akhir tersebut berisi rangkuman pelaksanaan kegiatan, capaian output dan outcome, analisis situasi, hingga rekomendasi strategis bagi penguatan pengawasan pemilu di tingkat daerah. Seluruh dokumen disusun sesuai pedoman nasional.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, secara langsung menerima laporan tersebut dan mengapresiasi penyelesaian laporan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota se Provinsi Kalimantan Selatan.
Bagja juga menegaskan bahwa laporan dari kabupaten/kota akan menjadi bagian utama dalam penyusunan evaluasi nasional. Ia menyebut setiap daerah memiliki dinamika berbeda yang harus terdokumentasi secara baik agar menjadi rujukan dalam penyempurnaan strategi pengawasan.
Dengan diterimanya laporan akhir tersebut, Bawaslu Batola menjadi salah satu jajaran yang menyelesaikan proses penyampaian dokumen penguatan kelembagaan secara langsung kepada Bawaslu RI. Syaifi berharap laporan ini dapat menjadi kontribusi Bawaslu Batola dalam proses konsolidasi demokrasi nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa pengalaman, tantangan, dan pembelajaran dari Batola dapat ikut memperkuat arah kebijakan pengawasan pemilu secara nasional,” tutup Syaifi.
Muhammad Akbari / Humas Bawaslu Kabupaten Barito Kuala