Lompat ke isi utama

Berita

Mengikis Data Fiktif, Bawaslu Batola Terapkan Audit Dua Arah di Desa Baliuk

Dokumentasi kegiatan

MARABAHAN — Memastikan hak pilih warga tak sekadar berhenti sebagai deretan angka statistik di atas kertas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barito Kuala (Batola) memilih turun langsung menelisik realitas di tingkat tapak. Tim pengawas yang dikomandoi langsung oleh Ketua Bawaslu Batola, Muhammad Syaifi, bersama Anggota Bawaslu, Fakhruraji, menggelar riset uji petik Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) di kawasan Desa Baliuk, Kecamatan Marabahan, pada Senin, 5 Oktober 2026.

​Langkah preventif ini dirancang sebagai instrumen pengujian lapangan yang bertumpu pada metode saintifik. Tujuannya jelas: menakar kualitas dan validitas daftar pemilih yang kini tengah dimutakhirkan sebagai pijakan awal menuju Pemilihan Umum 2029.

Dalam pelaksanaannya, jajaran Bawaslu Batola mengadopsi prinsip audit sampel dengan menerapkan skema tes dua arah yang komprehensif, yakni pencocokan data dari daftar ke orang (List-to-People) serta pelacakan balik dari orang ke daftar (People-to-List). Pelacakan silang ini dieksekusi secara ketat guna mengikis keberadaan pemilih fiktif (ghost voter) di dalam dokumen resmi, sekaligus menyisir warga usia pilih di lapangan agar hak konstitusional mereka tak luput dari pendataan.

​Praktik pengujian di lapangan dijalankan secara presisi dengan menargetkan 20 responden sampel di wilayah desa tersebut. Bergerak menyusuri permukiman dari rumah ke rumah, jajaran pengawas memverifikasi secara faktual pelbagai dinamika kependudukan yang selama ini kerap menjadi titik rawan dalam sengkarut data pemilih. 

Proses verifikasi ini menyasar elemen data spesifik secara rinci, mulai dari pencatatan pemilih pemula yang baru genap berusia 17 tahun, penghapusan warga yang telah meninggal dunia, pendataan kelompok yang baru berpindah domisili ke permukiman setempat, hingga perubahan status warga sipil yang beralih menjadi abdi negara di institusi TNI maupun Polri.

​Di sela-sela pengawasan lapangan tersebut, Ketua Bawaslu Batola, Muhammad Syaifi, menegaskan bahwa langkah jemput bola ini merupakan wujud komitmen lembaganya dalam menjaga kualitas instrumen demokrasi. 

"Keakuratan data pemilih merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu yang adil dan inklusif," ujarnya. 

Ia menekankan bahwa pengawasan ketat sejak dini sangat krusial untuk memastikan seluruh warga yang memiliki hak pilih betul-betul terakomodasi.  

​Pandangan tersebut langsung dikuatkan oleh Anggota Bawaslu Batola, Fakhruraji, yang menyoroti aspek kesinambungan dari tata kelola pendataan warga.

"Pentingnya koordinasi dalam pengolahan data pemilih yang berkelanjutan mutlak diperlukan," tegas Fakhruraji. 

Menurutnya, pemutakhiran data bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan secara sepihak, melainkan sebuah kerja kolaboratif antarlembaga untuk mendorong partisipasi pemilih yang lebih maksimal.  

​Seluruh data empiris yang berhasil direkam dari pergerakan di Desa Baliuk ini kemudian diinput ke dalam sistem basis data uji petik Bawaslu untuk dipetakan lebih lanjut. Hasil identifikasi dari level akar rumput ini tak sekadar diarsipkan sebagai instrumen deteksi dini terhadap potensi kerawanan maupun celah administratif kependudukan.

Lebih jauh dari itu, temuan ini akan menjadi amunisi sekaligus bukti empiris yang krusial bagi Bawaslu Batola dalam merumuskan strategi pengawasan preventif. Rekomendasi kebijakan yang kelak disodorkan kepada penyelenggara teknis diharapkan mampu mewujudkan tata kelola data pemilih yang lebih presisi, mutakhir, dan komprehensif saat gelaran pesta demokrasi 2029 ditabuh.

Penulis : Muhammad Akbari

Tag
Berita