Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Ibu, Menjaga Api Perjuangan Perempuan di Lembaga Pengawas Pemilu

Dokumentasi kegiatan

Marabahan, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala — Di tengah rutinitas pengawasan kepemiluan yang kerap padat dan teknokratis, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala tetap menyisakan ruang untuk refleksi sejarah. Senin pagi, 22 Desember 2025, lembaga pengawas pemilu di tingkat kabupaten ini menggelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 di halaman kantor.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di lingkungan Bawaslu, sebagaimana ditetapkan di Jakarta pada 19 Desember 2025.

Upacara dilaksanakan secara luring dan diikuti oleh pimpinan serta seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Batola. Para peserta upacara tampil dalam balutan seragam resmi ASN mengenakan KORPRI, sementara pegawai non ASN menggunakan pakaian dinas harian Bawaslu sebagaimana diatur dalam surat edaran Bawaslu RI.

Tema peringatan tahun ini, “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian upacara. 

Tema itu bukan sekadar slogan seremonial, melainkan pengingat bahwa sejarah pergerakan perempuan Indonesia lahir dari ruang-ruang perjuangan yang panjang, keras, dan sering kali tak tercatat secara adil dalam buku sejarah.

Bawaslu Batola memaknai peringatan Hari Ibu sebagai momentum untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan, tidak hanya dalam konteks keluarga, tetapi juga dalam pembangunan demokrasi dan pengawasan pemilu. Perempuan, dalam perspektif lembaga ini, bukan sekadar objek perlindungan, melainkan subjek aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Surat edaran Ketua Bawaslu RI menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu merupakan bentuk penghormatan negara terhadap kontribusi perempuan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan, sekaligus memastikan keselarasan pelaksanaan kegiatan dengan kebijakan nasional yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dengan upacara tersebut, Bawaslu Batola tak hanya menunaikan kewajiban administratif, tetapi juga merawat ingatan kolektif tentang perjuangan perempuan sebuah ingatan yang relevan, bahkan mendesak, di tengah tantangan demokrasi yang terus berubah.

Muhammad Akbari / Humas Bawaslu Kabupaten Barito Kuala

Tag
Berita