Lompat ke isi utama

Berita

Sekretariat Bawaslu Batola Digenjot: Saatnya Berinovasi, Bukan Sekadar Rutin Lapor

Dokumentasi kegiatan

Marabahan, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala — “Kita jangan hanya sibuk membuat laporan. Kita harus berinovasi.” Kalimat itu meluncur tegas dari Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Muhammad Syaifi, S.Pd., S.H., M.H., saat membuka rapat internal di Aula Sekretariat Bawaslu Batola, Senin (9/10/2025). Rapat yang dihadiri para anggota dan seluruh staf sekretariat itu menjadi ajang evaluasi dan pemanasan menuju akhir tahun anggaran.

Di hadapan para staf, Syaifi menegaskan bahwa kinerja sekretariat tak cukup diukur dari rutinitas administratif semata. 

“Kita ingin ada gebrakan. Humas harus lebih aktif, data harus lebih hidup, laporan harus lebih cepat dan tajam,” ujarnya.

Satu per satu staf menyampaikan capaian kerja selama September. Ada yang sibuk menuntaskan laporan hasil pengawasan (LHP), memperbarui arsip surat, hingga merampungkan karya ilmiah dan laporan Gakkumdu Award. Semua pekerjaan itu diapresiasi, tapi rapat juga jadi ruang refleksi: di mana letak inovasinya?

Jawaban mulai muncul saat sesi rencana kerja Oktober. Koordinasi MoU dengan Kwartir Cabang Pramuka untuk memperluas jejaring partisipatif menjadi salah satu agenda baru. Di bidang publikasi, tim Humas menyiapkan strategi pemberitaan yang lebih intens agar aktivitas pengawasan Bawaslu bisa lebih terlihat publik.

Di sisi keuangan dan tata kelola, staf diarahkan menertibkan nota dinas, memperbarui data Barang Milik Negara (BMN), dan memaksimalkan penggunaan aplikasi Srikandi untuk mempercepat proses administrasi. 

“Kita ingin sistem kerja yang efisien dan transparan. Jangan sampai administrasi jadi beban, tapi justru jadi alat bantu,” kata Fakhruraji, anggota Bawaslu Batola, menimpali.

Beberapa staf juga mendapat mandat baru: memperkuat koordinasi dengan KPU terkait pembaruan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB), serta menyusun rancangan LHP kolektif agar pengawasan lebih terukur.

Rapat itu berjalan hangat tapi penuh evaluasi. Syaifi menutup pertemuan dengan pesan yang menggigit:

“Kinerja kita bukan diukur dari banyaknya kertas yang dikumpulkan, tapi dari seberapa besar dampaknya bagi lembaga. Kita harus berani berubah, berani berinovasi.” Tutupnya.

Dengan semangat itu, Bawaslu Batola berharap bulan Oktober bukan sekadar rutinitas baru, tapi titik balik menuju sekretariat yang lebih kreatif, tertib, dan produktif.

 

 

Humas Bawaslu Kabupaten Barito Kuala 

Tag
Berita