Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bangun Gerakan Gladiator Demokrasi Menuju Pemilu 2029

MARABAHAN — Bawaslu Kabupaten Barito Kuala mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Muhammad Syaifi, serta Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Fakhruraji dan Rizkia Fauzah, bersama jajaran sekretariat.

Kegiatan yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam menciptakan dan mengembangkan kader pengawas partisipatif yang mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengawasan publik pada Pemilu dan Pemilihan. 

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Loly Suhenty, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia. Menurutnya, generasi muda yang saat ini terlibat dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan kelompok yang akan menjalani masa depan demokrasi Indonesia dalam kurun waktu yang paling panjang.

“Kalau ditanya apakah jumlah pemilih muda yang besar otomatis membuat demokrasi menjadi lebih baik, jawabannya belum tentu. Yang menentukan kualitas demokrasi bukan sekadar jumlahnya, tetapi bagaimana mereka memilih untuk hadir dan terlibat,” ujarnya.

Loly menjelaskan bahwa dalam kajian partisipasi politik terdapat tiga kategori masyarakat. Pertama, kelompok apatis yang tidak peduli terhadap politik dan demokrasi. Kedua, kelompok penonton yang mengikuti perkembangan politik tetapi tidak terlibat secara aktif. Ketiga, kelompok gladiator, yaitu mereka yang turun langsung mengambil peran dalam proses perubahan dan demokrasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta P2P untuk menjadi kelompok gladiator yang aktif terlibat dalam setiap proses demokrasi.

“Jangan hanya menjadi penonton yang mengomentari dari luar. Jadilah gladiator yang ikut turun ke gelanggang, mengawal proses demokrasi, menjaga jalannya, memperbaiki kekurangannya, dan menghadirkan solusi,” tegasnya.

Selain itu, Loly menilai generasi muda memiliki daya perubahan yang sangat besar di era digital saat ini. Menurutnya, anak muda merupakan kelompok yang paling memahami perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Ia mencontohkan bagaimana media sosial mampu memengaruhi opini publik, mengubah perilaku masyarakat, hingga menggerakkan berbagai aksi sosial dan kemanusiaan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperkuat partisipasi publik dan menjaga kualitas demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Muhammad Syaifi, menyambut baik pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif tersebut. Menurutnya, program ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang kritis, aktif, dan mampu menjadi mitra strategis dalam mengawasi jalannya demokrasi menuju Pemilu 2029 yang bermartabat.

Penulis : Muhammad Akbari

Tag
Berita