Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batola Edukasi Pemilih Pemula, 22 Sekolah Ikuti Sosialisasi Pendidikan Politik

Dokumentasi kegiatan

MARABAHAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barito Kuala turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Kuala di Aula Bahalap, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Menciptakan Pemilih Pemula yang Cerdas di Pemilihan Umum (Pemilu)" ini dihadiri oleh perwakilan peserta didik dari 22 SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Barito Kuala. Para peserta merupakan calon pemilih pemula yang dipersiapkan untuk memahami pentingnya demokrasi, hak pilih, serta peran aktif masyarakat dalam mengawal jalannya Pemilu yang jujur dan adil. 

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala dan menghadirkan narasumber dari Badan Kesbangpol, KPU Kabupaten Barito Kuala, serta Bawaslu Kabupaten Barito Kuala. Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun karakter pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menghadapi setiap tahapan Pemilu. 

Sebagai narasumber dari Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Rizkia Fauzah Anggota Bawaslu kabupaten Barito Kuala, menyampaikan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu menjadi pemilih yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memahami proses demokrasi secara utuh.

Dalam paparannya, Rizkia menjelaskan bahwa seorang pemilih cerdas adalah pemilih yang mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks, memahami visi, misi, serta program peserta pemilu, menolak politik uang, dan menghargai perbedaan pilihan politik. Ia juga mengajak para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial dengan selalu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Materi tersebut juga menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis, menjaga integritas, serta menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dalam Pemilu. 

"Pemilih pemula bukan hanya menentukan siapa yang akan memimpin di masa depan, tetapi juga menjadi generasi yang menentukan kualitas demokrasi. Karena itu, jangan mudah terpengaruh hoaks, politik uang, maupun tekanan dari pihak mana pun. Gunakan hak pilih secara sadar berdasarkan informasi yang benar dan hati nurani," ujar Rizkia.

Selain memberikan pemahaman mengenai karakteristik pemilih cerdas, Bawaslu juga mengenalkan tugas dan fungsi kelembagaan, mulai dari mengawasi seluruh tahapan Pemilu, melakukan pencegahan terhadap potensi pelanggaran, hingga menindak pelanggaran yang terbukti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peserta juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu dengan melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran di lingkungan sekitarnya. 

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta dari 22 sekolah tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses Pemilu, pengawasan partisipatif, penyebaran hoaks di media sosial, hingga upaya mencegah praktik politik uang.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala berharap para pelajar sebagai pemilih pemula dapat menjadi agen demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Edukasi politik sejak dini dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki kesadaran demokrasi, menjunjung tinggi integritas, serta mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya bersama antara Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kesbangpol, KPU, dan Bawaslu dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga mampu melahirkan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Barito Kuala.

Penulis : Zainal Abda'i

Tag
Berita