Lompat ke isi utama

Berita

Di Tengah Uji Petik PDPB, Bawaslu Batola Sisipkan Konsolidasi Demokrasi ke Warga

Dokumentasi kegiatan

BARITO KUALA — Di sela pelaksanaan uji petik pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), dua komisioner Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Barito Kuala (Bawaslu Batola), Fakhruraji dan Rizkia Fauzah, memanfaatkan momentum turun lapangan untuk memperkuat konsolidasi demokrasi kepada warga.

Kegiatan itu berlangsung saat jajaran Bawaslu Batola melakukan pengawasan langsung di lingkungan permukiman warga. Di tengah aktivitas pencocokan data pemilih, keduanya terlihat berdialog santai dengan seorang warga paruh baya mengenai peran dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu.

Pendekatan informal itu menjadi bagian dari strategi pengawasan partisipatif yang mulai digencarkan Bawaslu Batola. Lembaga pengawas pemilu tersebut tidak hanya memastikan proses PDPB berjalan sesuai prosedur, tetapi juga berupaya menanamkan kesadaran demokrasi di tingkat akar rumput.

Fakhruraji mengatakan pengawasan pemilu tidak bisa hanya bertumpu pada lembaga formal. Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Bawaslu hadir bukan hanya saat pemilu berlangsung, tetapi juga memastikan masyarakat memahami hak dan perannya dalam demokrasi. Karena pengawasan yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar dan peduli,” kata Fakhruraji di sela kegiatan.

Ia menilai masih banyak warga yang belum memahami tugas dan kewenangan Bawaslu. Karena itu, setiap agenda pengawasan lapangan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi politik yang sederhana namun langsung menyentuh masyarakat.

Sementara itu, Rizkia Fauzah menuturkan konsolidasi demokrasi diperlukan agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pemilu, melainkan ikut aktif mengawasi seluruh tahapan.

“Kadang masyarakat mengenal penyelenggara pemilu, tetapi belum memahami siapa yang mengawasi prosesnya. Di situlah kami hadir memperkenalkan Bawaslu sekaligus mengajak masyarakat ikut mengawasi,” ujar Rizkia.

Menurut dia, pola komunikasi langsung dengan warga dinilai lebih efektif membangun kepercayaan publik. Apalagi, pelaksanaan PDPB bersentuhan langsung dengan hak konstitusional masyarakat sebagai pemilih.

Dalam pengawasan uji petik PDPB tersebut, Bawaslu Batola juga memastikan proses pendataan dilakukan secara akurat dan faktual. Pengawasan difokuskan pada kesesuaian identitas pemilih, validitas data kependudukan, hingga potensi pemilih yang belum terakomodasi.

Langkah Bawaslu Batola memadukan pengawasan teknis dengan konsolidasi demokrasi menunjukkan upaya lembaga itu memperluas pendekatan pengawasan berbasis masyarakat. Di tengah tahapan pemilu yang kerap dipandang administratif, Bawaslu mencoba menghadirkan wajah pengawasan yang lebih dekat dengan warga.

Penulis : Muhammad Akbari

Tag
Berita