Matangkan Persiapan Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Bawaslu Batola Ikuti Rapat Daring Bawaslu Kalsel
|
MARABAHAN — Dalam rangka mendukung pelaksanaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Barito Kuala menggelar rapat persiapan sekaligus silaturahmi dan penyampaian informasi kepada perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (26/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal Bawaslu Kabupaten Barito Kuala dalam mempersiapkan partisipasi perguruan tinggi pada ajang debat nasional yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI. Kompetisi tersebut mengangkat tema “Penguatan Lembaga Bawaslu dalam Penegakan Hukum Pemilu” yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas penegakan hukum pemilu melalui kontribusi pemikiran kritis dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Rapat persiapan ini dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Barito Kuala bersama perwakilan perguruan tinggi sebagai forum koordinasi awal untuk menyampaikan informasi terkait mekanisme, tahapan, persyaratan, hingga teknis pelaksanaan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI.
Dalam penyampaiannya, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala menegaskan bahwa kompetisi debat ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dengan civitas academica dalam memperkuat demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Sebagaimana diketahui, Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026 merupakan agenda nasional Bawaslu RI yang melibatkan perguruan tinggi se-Indonesia. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan, argumentasi, serta perspektif kritis terkait pengawasan dan penegakan hukum pemilu di Indonesia.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Barito Kuala,Rizkia Fauzah, menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk membangun pemahaman bersama terkait urgensi penegakan hukum pemilu.
“Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ini menjadi ruang yang sangat strategis untuk mendorong lahirnya gagasan-gagasan kritis dan konstruktif dari kalangan akademisi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diajak memahami regulasi pemilu, tetapi juga berperan aktif dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, adil, dan berintegritas,” ujar Rizkia Fauzah.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan ini sangat penting, mengingat kampus merupakan pusat pengembangan intelektual yang mampu memberikan kontribusi besar dalam penguatan sistem demokrasi.
“Kami berharap melalui rapat persiapan ini, seluruh peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait tahapan kompetisi, sehingga dapat mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah silaturahmi dan penguatan sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi,” tambahnya.
Bawaslu Kabupaten Barito Kuala berharap keikutsertaan perguruan tinggi dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan pengawasan partisipatif, sekaligus melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu terus menunjukkan komitmennya untuk membangun ruang partisipasi publik yang inklusif, khususnya bagi kalangan akademisi, dalam mewujudkan proses pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Zainal Abda'i