Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan: Menjaga Api Demokrasi di Masa Non Tahapan

Dokumentasi kegiatan

Marabahan, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala — Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia memulai tahun 2026 dengan sebuah pesan yang tegas: masa non tahapan bukan masa jeda. Melalui agenda Kick Off Ngabuburit Pengawasan 2026 yang digelar daring, Senin, 23 Februari 2026, lembaga pengawas pemilu itu menekankan pentingnya merawat soliditas dan semangat kelembagaan.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu” tersebut dilaksanakan  tertanggal 19 Februari 2026. Seluruh jajaran pengawas pemilu di Indonesia mengikuti acara melalui Zoom Meeting, dan publik dapat menyaksikannya lewat siaran langsung kanal YouTube resmi lembaga itu.

Dalam arahannya, pimpinan Bawaslu RI menilai periode non tahapan justru menjadi ruang strategis untuk melakukan konsolidasi internal. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, peneguhan nilai-nilai pengawasan, serta perawatan integritas organisasi disebut sebagai pekerjaan utama di tengah ketiadaan tahapan elektoral.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menyampaikan refleksi yang bernada tegas. Menurut dia, semangat kelembagaan tidak boleh “melempem”, apalagi di momentum Ramadan yang sarat makna spiritual.

“Spirit kelembagaan Bawaslu ini harus terus kita gali. Ramadan menjadi momentum yang paling tepat untuk meneguhkan eksistensi Bawaslu. Demokrasi bukan hanya soal hasil, tetapi soal proses yang benar dan tepat,” ujar Lolly.

Ia menyinggung dinamika demokrasi yang kerap menghadirkan tekanan dan tantangan. Namun, ia mengingatkan agar pengawas pemilu tidak kehilangan arah. 

“Sepanas apa pun situasi yang ada, jangan pernah kehilangan harapan. Nilai yang kita perjuangkan akan bisa ditegakkan jika kita tidak kehilangan tujuan,” katanya.

Dari Kabupaten Barito Kuala, kegiatan ini diikuti langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala Muhammad Syaifi, bersama Anggota Fakhruraji dan Rizkia Fauzah. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Batola dalam menjaga konsolidasi kelembagaan, khususnya di masa non tahapan.

Program Ngabuburit Pengawasan 2026 tidak sekadar dikemas sebagai agenda menjelang berbuka puasa. Bawaslu menjadikannya ruang refleksi dan konsolidasi moral di tengah masa non tahapan. Di saat tidak ada kontestasi yang sedang berlangsung, lembaga ini memilih meneguhkan fondasi.

Bagi Bawaslu, kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan pada hari pemungutan suara, tetapi jauh sebelumnya—di ruang-ruang penguatan kapasitas, di forum-forum konsolidasi, dan dalam komitmen menjaga integritas kelembagaan.

Ramadan, dalam konteks ini, bukan semata momentum religius, melainkan pengingat bahwa pengawasan adalah kerja nilai. Dan nilai, sebagaimana ditegaskan dalam forum tersebut, hanya akan bertahan jika terus dirawat.

Penulis : Zainal Abda'i

Editor : Muhammad Akbari

Tag
Berita