Nilai Idul Adha & Pengawasan Demokrasi: Fakhruraji Ajak Publik Jaga Integritas Pemilu
|
BANJARBARU, Bawaslu Kabupaten Barito Kuala - Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah telah berlalu. Namun bagi Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Fakhruraji, nilai-nilai yang terkandung dalam hari raya kurban itu tetap relevan dalam kehidupan demokrasi, terutama dalam pengawasan pemilu.
Di tengah pelaksanaan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Fakhruraji menilai semangat pengorbanan, kejujuran, dan keikhlasan menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas demokrasi.
“Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang bagaimana menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Nilai itu penting dalam pengawasan demokrasi,” ujar Fakhruraji, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut dia, pengawasan pemilu membutuhkan keberanian moral agar proses demokrasi berjalan adil dan transparan. Sebab, kata dia, pengawas pemilu dituntut bekerja objektif di tengah berbagai dinamika politik di lapangan.
Ia mengatakan tantangan pengawasan tidak hanya datang dari potensi pelanggaran pemilu, tetapi juga rendahnya kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi.
Karena itu, Fakhruraji mendorong masyarakat agar ikut terlibat dalam pengawasan partisipatif, termasuk dalam tahapan PDPB yang saat ini masih berlangsung di sejumlah wilayah di Barito Kuala.
“Demokrasi yang sehat lahir dari kepedulian bersama. Masyarakat jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut memastikan setiap tahapan pemilu berjalan jujur dan adil,” katanya.
Bawaslu Batola saat ini masih melakukan uji petik dan pengawasan langsung terhadap proses pemutakhiran data pemilih. Pengawasan dilakukan untuk memastikan data pemilih tetap akurat dan tidak menghilangkan hak konstitusional warga negara.
Bagi Fakhruraji, semangat Idul Adha semestinya tidak berhenti pada seremoni keagamaan. Nilai pengorbanan dan keikhlasan, kata dia, perlu diterjemahkan dalam kehidupan sosial, termasuk dalam menjaga demokrasi yang bersih dan bermartabat.
Penulis : Muhammad Akbari